RAZALI, B 23031015 (2025) ANALISIS PUTUSAN Nomor: 645/Pid.Sus/LH/2023/PN.Jmb DALAM PERKARA PENGEBORAN MINYAK MENTAH ILEGAL (ILEGAL DRILLING) DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI JAMBI. Tesis thesis, Universitas Batanghari Jambi.
|
Text
01. COVER.pdf - Published Version Download (52kB) |
|
|
Text
02. LEMBAR PENGESAHAN.pdf - Published Version Download (791kB) |
|
|
Text
03. ABSTRAK.pdf - Published Version Download (98kB) |
|
|
Text
06. BAB I.pdf - Published Version Download (282kB) |
|
|
Text
10. BAB V.pdf - Updated Version Download (97kB) |
|
|
Text
11. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (31kB) |
|
|
Text (ANALISIS PUTUSAN Nomor: 645/Pid.Sus/LH/2023/PN.Jmb DALAM PERKARA PENGEBORAN MINYAK MENTAH ILEGAL (ILEGAL DRILLING) DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI JAMBI)
RAZALI B 23031015.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Eksploitasi/pengeboran minyak mentah di Indonesia sendiri secara sah di kelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu Pertamina. Di wilayah Indonesia ada sekitar 4.000 titik sumur minyak tersebar di daerah penambangan minyak yang sudah cukup tua dan oleh Pertamina tidak lagi diusahakan dengan alasan tidak ekonomis, yakni produksinya rendah tetapi ongkos produksinya tinggi. Tujuan penelitian ini adalah Untuk memahami dan menganalisis dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan Putusan Nomor: 645/Pid.Sus/Lh/2023/Pn.Jmb terhadap perkara pengeboran minyak mentah ilegal (ilegal drilling) di wilayah hukum Pengadilan Negeri Jambi. Untuk memahami dan menganalisis pertimbangan putusan perkara Nomor: 645/Pid.Sus/Lh/2023/Pn.Jmb terhadap pengeboran minyak mentah ilegal (Ilegal Drilling) dinilai sudahkah menimbulkan efek jera bagi terdakwa dan mencerminkan rasa keadilan. Spesifikasi penelitian ini adalah penelitian Deskriptif Analitis. Penulisan tesis ini penulis menggunakan metode pendekatan yuridis normatif. Adapun bahan hukum dalam penelitian Tesis ini di peroleh melalui penelitian Kepustakaan ( Library Research ). Terdakwa dinyatakan bersalah dan kepada terdakwa harus dijatuhi pidana yang setimpal dengan perbuatannya yang ancamannya dengan pidana penjara pidana penjara 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi Rp.60.000.000.000,00.- (enam puluh miliar rupiah) dalam perkara ini meskipun jaksa menuntun 4 tahun namun terdakwa justru dijatuhi pidana penjara selama 1 (satu) tahun dan denda sebesar Rp.10.000.000,00.- (sepuluh juta rupiah). Putusan majelis hakim yang pada akhirnya hanya menjatuhkan 1 (satu) tahun dan denda sebesar Rp.10.000.000,00.- (sepuluh juta rupiah) masih terlalu ringan. Maka vonis hakim tersebut dinilai masih terlalu ringan sehingga masih belum memberikan contoh efek jera terhadap pelaku lainnya dan belum mencerminkan rasa keadilan. Saran yang dikemukakan hendaknya masyarakat harus lebih dalam bekerjasama seperti halnya cepat melaporkan kepada pihak Kepolisian apa bila di wilayahnya terdapat kegiatan/aktvitas pertambangan minyak mentah ilegal. Hal ini bertujuan agar kerusakan lingkungan yang di akibatkan pertambangan minyak mentah illegal tidak berdampak terhadap lingkungan masyarakat sekitar.
| Item Type: | Thesis (Tesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Analisis Putusan, Perkara Pengeboran Minyak Mentah Ilegal (Ilegal Drilling) |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Magister Hukum |
| Depositing User: | Mr Admin Repo |
| Date Deposited: | 02 Jan 2026 03:02 |
| Last Modified: | 02 Jan 2026 03:02 |
| URI: | http://repository.unbari.ac.id/id/eprint/4492 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
