SISTEM PENGELOLAAN TANAH ARAH AJUN MENURUT HUKUM ADAT TIGO LUHAH SEMURUP KEBUPATEN KERINCI

FADHLAN RAHMAYANDRA M, 1800874201368 (2025) SISTEM PENGELOLAAN TANAH ARAH AJUN MENURUT HUKUM ADAT TIGO LUHAH SEMURUP KEBUPATEN KERINCI. skripsi thesis, Universitas Batanghari Jambi.

[img] Text
1. COVER.pdf - Published Version

Download (12kB)
[img] Text
2. LEMBAR PENGESAHAN.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text
3. ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (235kB)
[img] Text
6. BAB I.pdf - Published Version

Download (455kB)
[img] Text
10. BAB V.pdf - Published Version

Download (166kB)
[img] Text
11. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (181kB)
[img] Text (SISTEM PENGELOLAAN TANAH ARAH AJUN MENURUT HUKUM ADAT TIGO LUHAH SEMURUP KEBUPATEN KERINCI)
FADHLAN RAHMAYANDRA M 1800874201368.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

ABSTRAK Studi ini menyelidiki bagaimana hukum adat Tigo Luhah Semurup di Kabupaten Kerinci melakukan pendaftaran dan pengelolaan tanah arah ajun. Data diperoleh melalui wawancara dan penelitian pustaka melalui pendekatan penelitian yuridis empiris dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada perselisihan tentang bagaimana hukum adat mengelola tanah arah ajun, hal itu tetap dilakukan sesuai dengan hukum adat. Tanah arah ajun adalah tanah negeri atau tanah ulayat yang diawasi oleh lembaga adat dan dikuasai oleh pemangku adat yang dipilih melalui musyawarah adat oleh depati dan ninik mamak, alim ulama, dan orang tua cerdik pandai.Sistem kekerabatan matrilinial, yang membedakan anak batino dan anak jantan, memengaruhi sistem pengelolaan tanah arah ajun. Anak-anak Batino hanya boleh mendirikan rumah di tanah Arah Ajun. Selama tanah tersebut terbukti masih memenuhi fungsinya, penguasaannya akan berlanjut. Sepanjang penguasaan tanah secara hukum adat—termasuk tanah arah ajun—tidak bertentangan dengan undang-undang yang ada di atasnya dan tidak bertentangan dengan kepentingan nasional dan negara, hukum agraria nasional Indonesia membenarkannya. Karena tanah arah ajun bukanlah tanah individu, pemangku adat masih dapat memberikan tanah tersebut kepada orang lain jika peruntukan untuk mendirikan rumah tidak jelas lagi. Singkatnya, sistem pengelolaan tanah arah ajun memastikan hukum adat ada dan tetap ada, dan menjaga tanah adat tetap sehat bagi masyarakat Kerinci.

Item Type: Thesis (skripsi)
Uncontrolled Keywords: Pengelolaan Tanah Arah Ajun, Hukum Adat Tigo Luhah Semurup.
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Mr Admin Repo
Date Deposited: 05 Jan 2026 01:50
Last Modified: 05 Jan 2026 01:50
URI: http://repository.unbari.ac.id/id/eprint/4497

Actions (login required)

View Item View Item