LUSI NADYANDRA PUTRI, 2200874201029 (2026) ANALISIS PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG MELALUI MODUS PROSTITUSI ONLINE BERBASIS APLIKASI MICHAT DI WILAYAH HUKUM KEPOLISIAN DAERAH JAMBI. skripsi thesis, Universitas Batanghari Jambi.
|
Text
01. COVER.pdf - Published Version Download (77kB) |
|
|
Text
02. LEMBAR PENGESAHAN.pdf - Published Version Download (8MB) |
|
|
Text
03. ABSTRAK.pdf - Published Version Download (195kB) |
|
|
Text
06. BAB I.pdf - Published Version Download (290kB) |
|
|
Text
10. BAB V.pdf - Published Version Download (174kB) |
|
|
Text
11. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (118kB) |
|
|
Text (ANALISIS PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG MELALUI MODUS PROSTITUSI ONLINE BERBASIS APLIKASI MICHAT DI WILAYAH HUKUM KEPOLISIAN DAERAH JAMBI)
LUSI NADYANDRA PUTRI 2200874201029.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (9MB) |
Abstract
Penegakan hukum adalah proses yang dilakukan untuk memastikan berfungsinya norma-norma hukum secara nyata sebagai pedoman perilaku dalam kehidupan masyarakat dan negera. Penegakan hukum terhadap tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus Prostitusi online berbasis aplikasi Michat menjadi permasalahan yang semakin kompleks di wilayah hukum kepolisian daerah Jambi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan karakteristik tindak pidana perdagangan orang yang dilakukan melalui aplikasi Michat, Mengidentifikasi kendala yang dihadapi aparat penegak hukum dalam proses penyelidikan dan penyidikan, serta menguraikan upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris (Yuridis sosiologis), dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara langsung dengan penyidik subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jambi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk dan karakteristik TPPO melalui aplikasi Michat ditandai dengan pola perekrutan dan eksploitasi seksual yang terselubung dibalik layanan komunikasi online, dengan pelaku memanfaatkan fitur anonim untuk menghindari pelacakan. Kendala utama yang dihadapi aparat penegak hukum meliputi kesulitan dalam pelacakan digital, keterbatasan bukti elektronik, kurangnya sumber daya teknologi, serta minimnya kesadaran hukum masyarakat. Untuk mengatasi hambatan tersebut, Polda Jambi melakukan berbagai upaya seperti peningkatan kapasitas penyidik dalam bidang cyber investigation, kerja sama lintas instansi, serta sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya modus TPPO daring.
| Item Type: | Thesis (skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Penegakan Hukum, Perdagangan Orang, Prostitusi Online, Aplikasi Michat, Polda Jambi. |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Mr Admin Repo |
| Date Deposited: | 07 May 2026 03:11 |
| Last Modified: | 07 May 2026 03:11 |
| URI: | http://repository.unbari.ac.id/id/eprint/4846 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
