TANOTO HADIWIJAYA, 2100874201017 (2025) PERJANJIAN BAGI HASIL ANTARA PENYEDIA LAYANAN DENGAN AFFILIATOR DALAM PROGRAM AFFILIATE MARKETING ONLINE. skripsi thesis, Universitas Batanghari Jambi.
|
Text
01. COVER.pdf - Published Version Download (125kB) |
|
|
Text
02. LEMBAR PENGESAHAN.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text
03. ABSTRAK.pdf - Published Version Download (243kB) |
|
|
Text
06. BAB I.pdf - Published Version Download (313kB) |
|
|
Text
10. BAB V.pdf - Published Version Download (276kB) |
|
|
Text
11. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (207kB) |
|
|
Text (PERJANJIAN BAGI HASIL ANTARA PENYEDIA LAYANAN DENGAN AFFILIATOR DALAM PROGRAM AFFILIATE MARKETING ONLINE)
TANOTO HADIWIJAYA 2100874201017.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami bentuk perjanjian bagi hasil antara penyedia layanan dengan afiiliator dalam program affiliate marketing online dan untuk mengetahui akibat hukum apabila wanprestasi terhadap perjanjian bagi hasil antara penyedia layanan dengan afiiliator dalam program affiliate marketing online. Jenis penelitian yuridis normatif. Pendekatan penelitian pendekatan perundang-unadangan dan pendekatan asas hukum. Sumber data diambil dari Data sekunder, melalui (1) bahan hukum primer (Pasal 1313 dan 1234 KUH Perdata yang berkaitan dengan perjanjian dan wanprestasi,), kasus Afiliator Id: 11377610190 dan bentuk perjanjian shopee) (2) bahan hukum sekunder, dan (3) bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan data berasal dari kasus afiliator Id: 11377610190. Analisis data secara disktiptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjanjian bagi hasil dalam program affiliate marketing online merupakan kesepakatan tertulis yang mengatur hak dan kewajiban antara penyedia layanan dan affiliator, mencakup besaran komisi, metode pembayaran, jangka waktu, dan tanggung jawab masing-masing pihak guna menciptakan hubungan yang adil dan transparan. Kasus keterlambatan pencairan komisi oleh Shopee pada Januari 2023 menunjukkan adanya wanprestasi dari penyedia layanan karena tidak memenuhi kewajibannya tepat waktu tanpa pemberitahuan yang memadai, melanggar asas kebebasan berkontrak, kekuatan mengikat perjanjian, itikad baik, dan kepercayaan. Akibat wanprestasi tersebut, affiliator berhak menuntut pemenuhan kewajiban, kompensasi, hingga pemutusan kerjasama, sementara penyedia layanan dapat dikenai denda maupun sanksi hukum. Oleh karena itu, pengaturan perjanjian yang rinci, termasuk mekanisme pencairan komisi dan penyelesaian sengketa, sangat penting untuk memberikan perlindungan hukum yang memadai dan menjaga keberlanjutan ekosistem bisnis affiliate marketing yang sehat dan adil sesuai norma hukum di Indonesia.
| Item Type: | Thesis (skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perjanjian, Affiliator, Affiliate, Wanprestasi |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Mr Admin Repo |
| Date Deposited: | 05 Jan 2026 01:54 |
| Last Modified: | 05 Jan 2026 01:54 |
| URI: | http://repository.unbari.ac.id/id/eprint/4498 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
