UPAYA DINAS KESEHATAN KOTA JAMBI DALAM PENANGGULANGAN PENYEBARAN HIV DAN AIDS BERDASARKAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN NOMOR 21 TAHUN 2013 Disampaikan Sebagai Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Sarja

ANDI KURNIAWATI. AF, ANDI KURNIAWATI. AF (2022) UPAYA DINAS KESEHATAN KOTA JAMBI DALAM PENANGGULANGAN PENYEBARAN HIV DAN AIDS BERDASARKAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN NOMOR 21 TAHUN 2013 Disampaikan Sebagai Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Sarja. skripsi thesis, Universitas batanghri.

[img] Text
FULL SKRIPSI.pdf

Download (4MB)

Abstract

ABSTRAK HIV ( Human Immunodeficiency Virus ) adalah dua spesies lentivirus penyebab AIDS. Virus ini menyerang manusia dan menyerang sistem kekebalan tubuh, sehinggaa tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi jika virus ini terus menyerang tubuh lama kelamaan tubuh manusia akan menjadi lemah, dengan kata lain kehadiran virus ini dalam tubuh akan menyebabkan penurunan sistem imun, sedangkan AIDS adalah kumpulan gejala penyakit akibat kekurangan atau kelemahan sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh virus yang disebut HIV. Umumnya penularan HIV dan AIDS tidaklah mudah, terdapat empat cara virus HIV dapat menular, yaitu hubungan seks dengan orang yang terinfeksi HIV, penggunaan jarum suntik bergantian dengan orang yang terinfeksi HIV, penularan ibu yang terkena HIV ke anaknya dan melalui transfusi darah orang yang terinfeksi HIV ke orang lain. Kasus HIV dan AIDS di Indonesia pertama kali ditemukan di Provinsi Bali pada tahun 1987. Sejak ditemukan jumlah pengidap kasus HIV dan AIDS di Indonesia cenderung meningkat di tiap tahunnya. Jumlah kumulatif infeksi HIV dari tahun 2015 sampai dengan Desember 2018 yang telah dilaporkan sebanyak 327.282 orang.Sedangkan jumlah kumulatif AIDS dari tahun 2005 sampai dengan Desember 2018 yang telah dilaporkan sebanyak 114.065 orang. Infeksi HIV cenderung meningkat dan paling banyak terjadi pada kelompok usia produktif yaitu kelompok umur 25-49 tahun, kelompok umur 20 – 24 tahun dan kelompok Usia remaja 15-19 tahun menduduki posisi keempat. Usia remaja adalah usia yang sangat rentan untuk terinfeksi HIV dan AIDS.Faktor resiko penularan HIV dan AIDS terbanyak adalah melalui hubungan seks berisiko pada heteroseksual (70,2%), pengguna IDU (Injeksi Drugs Use) (8,2%), homoseksual (7%), dan penularan melalui proses persalinan dan menyusui (2,9%) Dalam mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah Pusat melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi permasalan penyebaran penyakit HIV dan AIDS. Salah satu bentuk upaya tersebut adalah dengan diterbitkannya peraturanperaturan yang mengatasi masalah tersebut. Peraturan untuk penanggulangan penyakit HIV danAIDS yaitu adalah Peraturan Menteri Kesehatan No. 21 Tahun 2013 tentang Penanggulangan HIV dan AIDS Penelitian ini akan disusun dengan menggunakan tipe penelitian yuridis Empiris. Dengan metode ini diharapkan dapat menggali informasi dari narasumber (informan) sebanyak-banyaknya dan sedetail mungkin mengenai pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. Pendekatan yuridis (hukum dilihat sebagai norma atau das sollen), karena dalam membahas permasalahan penelitian ini menggunakan bahan-bahan hukum Kata Kunci : HIV, AIDS, INFEKSI, KASUS

Item Type: Thesis (skripsi)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Depositing User: Mr Admin Repo
Date Deposited: 27 Sep 2022 02:54
Last Modified: 27 Sep 2022 02:54
URI: http://repository.unbari.ac.id/id/eprint/1285

Actions (login required)

View Item View Item