PENGARUH VARIASI JARAK TRAY AERATOR DALAM MEREDUKSI BESI (Fe) DAN MANGAN (Mn) PADA AIR SUMUR (STUDI KASUS DI PONDOK PESANTREN AS’AD KOTA JAMBI)

DEDY OKTANIUS, 1700825201004 (2023) PENGARUH VARIASI JARAK TRAY AERATOR DALAM MEREDUKSI BESI (Fe) DAN MANGAN (Mn) PADA AIR SUMUR (STUDI KASUS DI PONDOK PESANTREN AS’AD KOTA JAMBI). skripsi thesis, Universitas Batanghari Jambi.

[img] Text
01. COVER.pdf - Published Version

Download (70kB)
[img] Text
02. LEMBAR PENGESAHAN.pdf - Published Version

Download (19MB)
[img] Text
03. ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (188kB)
[img] Text
06. BAB I.pdf - Published Version

Download (173kB)
[img] Text
10. BAB V.pdf - Published Version

Download (124kB)
[img] Text
11. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (134kB)
[img] Text (PENGARUH VARIASI JARAK TRAY AERATOR DALAM MEREDUKSI BESI (Fe) DAN MANGAN (Mn) PADA AIR SUMUR (STUDI KASUS DI PONDOK PESANTREN AS’AD KOTA JAMBI))
DEDY OKTANIUS 1700825201004.pdf - Published Version

Download (20MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jarak tray aerator terhadap penurunan kadar besi (Fe) dan mangan (Mn) pada air sumur dangkal di Pondok Pesantren As’ad Kota Jambi. Permasalahan utama yang dihadapi adalah kualitas air sumur yang berwarna kekuningan dan berbau, yang menunjukkan adanya kandungan Fe dan Mn melebihi baku mutu sehingga memerlukan pengolahan sebelum digunakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan variasi jarak antar tray aerator yaitu 0,5 m, 0,75 m, dan 1 m, serta dilakukan pengulangan sebanyak tiga kali untuk setiap perlakuan. Parameter yang dianalisis meliputi konsentrasi Fe dan Mn sebelum dan sesudah proses aerasi. Berdasarkan hasil penelitian, variasi jarak tray aerator 0,5 m, 0,75 m, dan 1 m menunjukkan perbedaan efisiensi dalam menurunkan kadar besi (Fe) dan mangan (Mn) pada air sumur. Data uji laboratorium menunjukkan bahwa jarak 0,5 m memberikan hasil paling efektif dengan efisiensi penurunan Fe mencapai lebih dari 80% dan Mn sebesar 93%, sedangkan pada jarak 0,75 m efisiensi penurunan masih terjadi namun lebih rendah, dan pada jarak 1 m menunjukkan efisiensi paling kecil . Secara spesifik, pada parameter Mn dengan jarak 1 m, konsentrasi awal sebesar 0,096 mg/L menurun menjadi rata-rata 0,045 mg/L dengan efisiensi 53,125% . Selain itu, konsentrasi Mn terendah sebesar 0,007 mg/L ditemukan pada jarak 0,5 m, sedangkan konsentrasi tertinggi sebesar 0,045 mg/L terjadi pada jarak 1 m . Berdasarkan seluruh data tersebut, dapat disimpulkan bahwa variasi jarak tray aerator berpengaruh terhadap tingkat penurunan Fe dan Mn, dengan jarak 0,5 m merupakan kondisi paling efektif dalam penelitian ini.

Item Type: Thesis (skripsi)
Uncontrolled Keywords: Tray Aerator, Besi (Fe), Mangan (Mn), Air Sumur
Subjects: T Technology > T Technology (General)
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Lingkungan
Depositing User: Mr Admin Repo
Date Deposited: 10 Jun 2026 01:28
Last Modified: 10 Jun 2026 01:28
URI: http://repository.unbari.ac.id/id/eprint/4886

Actions (login required)

View Item View Item